Wednesday, December 13, 2006

Nelpon

Kalau sudah dirumah, terus ngeliat telepon. Langsung dech diraihnya. Terus pencet-pencet nomor. Yakin bener kalau nomor-nomor yang dipencet itu bener. Dan beberapa detik kemudian tangannya diam. Lalu,..."Iya!!..... Iya.... bapa?!... iya iya tu"

Serius banget dech.
Kalau ditanya, "Ega lagi nelpon siapa?"

"Bapa!"
"Iya?!"
"Iya...." jawabnya juga.
Pernah aku nelpon pake handphone. Dan dia diminta untuk mengambil telepon yang berdering itu.
"Ega, udah mandi ya?"
"Iya"
"Yok pergi yok"
"...."
"Mana sepatunya?"
Dia menunjuk kearah depan. Mungkin sepatunya ada didepan.
"Cepet,.. yok pergi"
Dia kayaknya kelabakan. Takut ditinggal. Tapi mungkin rada bingung.... mungkin dipikirnya yang ngajak dimana orangnya. Jadi mimik mukanya rada berubah.
Kami semua pada ketawa melihat tingkahnya. Dia bukan jadi bingung, malah ikut tertawa juga.
"Ha...ha..haaaaaaa"
Ya, tambah ketawa dech!!!!
"Ha... ha... haaaaaa!" malah terkadang suaranya diberatin sambil ketawa. Jadi tambah lucu.
Meledak ketawa kami.

1 comment:

Anonymous said...

Serius banget tuh